Rabu, 30 Mei 2012

PTK

Makalah OBJEK PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dosen Pembimbing: H. Bisri Musthofa, M.Pd
Disusun Oleh: Evi Muzaiyidah Bukhori (09330090) JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS HUMANIORA DAN BUDAYA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG MALANG, 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam dunia pendidikan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bukanlah sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan. Bahkan saat ini untuk kenaikan pangkat guru PNS harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terlebih dahulu. Penelitian yang seharusnya menjadi kewajiban seorang pengajar terkadang menjadi hal yang menakutkan. Banyak para pendidik yang menganggap Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang sangat rumit, yang harus dilakukan dengan beberapa siklus, begitu juga harus melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi pada proses belajar mengajar. Bahwasanya dengan adanya penelitian tindakan kelas dapat mengetahui semua masalah yang ada pada ruang belajar, dimana ruang belajar tersebut tidak harus berupa ruangan kelas akan tetapi adanya kegiatan proses belajar antara guru dan siswa, dengan adanya penelitian tindakan kelas diperlukan untuk kajian tentang objek penelitian tindakan kelas, yang mana merupakan sesuatu yang aktif dan dapat dikenai aktifitas, bukan objek yang sedang diam dan tanpa gerak. Dengan demikian objek pengamatan dalam penelitian tindakan kelas tidak harus selalu ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, akan tetapi bisa dilakukan ketika mereka sedang di luar kelas. Karena kelas bukan ruang melainkan sekelompok siswa, jadi bisa dilakukan penelitian tindakan kelas kapanpun. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari objek penelitian tindakan kelas ? 2. Apa sajakah yang ada dari objek penelitian tindakan kelas ? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian dari objek penelitian tindakan kelas 2. Dan untuk mengetahui apa yang ada pada objek dari penelitian tindakan kelas itu sendiri. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Objek Penelitian Tindakan Kelas Secara bahasa objek bisa diartikan sebagai hal, perkara, ataiu orang yang menjadi pokok pembicaraan atau hal yang dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan. menurut kamus besar ilmiah adalah benda, sasaran, tujuan, hal yang menjadi pokok masalah . Sedangkan menurut kamus besar Indonesia Sedangkan kajian adalah hasil mengkaji. Penelitian tindakan kelas berasal dari istilah bahasa Inggris Classroom Action Research, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui hasil tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian di kelas tersebut. B. Objek Tindakan Kelas Kegiatan belajar mengajar tidak mungkin terjadi hanya semata-mata karena ada Unsur siswa dan guru. Kegiatan yang mereka lakuikan tentu didasarkan padab tujuan tertentu yang telah ditetapkan dan untuk mencapai tujuan itu diperlukan sejumlah komponen pembelajaran lainnya. Guru dan siapapun yang terlibat dalam proses pembelajaran harus memandang sesuatu selalu dalam keseluruhan dan dalam kaitan dengan Unsur lain. Komponen-komponen dari sebuah kelas adalah 1) siswa, 2) guru, 3) materi pelajaran, 4) media pembelajaran, 5) lingkungan pembelajaran 6) managemen sekolah, 7) hasil belajar. Dengan demikian objek pengamatan dalam penelitian tindakan kelas tidak harus selalu ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Karena kelas bukan ruang melainkan sekelompok siswa. Sesuai dengan prinsip, bahwa tindakana dirancang sebelumnya, objek penelitian tindakan kelas harus merupakan sesuatu yang aktif dan dapat dikenai aktifitas, bukan objek yang sedang diam dan tanpa gerak. Menurut suharsimi arikunto (2006) objek penelitian tindakan kelas meliputi hal berikut: 1) Unsur siswa, dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang mengikuti proses pembelajaran dikelas atau nlapangan atau laboratorium atau bengkel, maupun sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah dengan serius, atau ketika mereka sedang mengikuti kerja bakti diluar sekolah. 2) Unsur guru, dapat dicermati ketika yang bersangkutan sedang mengajar dikelas, khususnya cara guru member bantuan kepada siswa, ketika sedang membimbing siswa yang sedang berdarmawisata, atau sedang mengadakan kunjungan kerumah siswa. 3) Unsur materi pelajaran, dapat dicermati dalam GBPP dan yang sudah dikembangkan dalam rencana tahunan, rencana semesteran, dan analisis materi pelajaran. lebih lanjut dapat dilihat dari materi yang tertulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan khususnya materi yang disajikan kepada siswa meliputi pengorganisasian, urutan, cara penyajian, atau pengaturannya. 4) Unsur peralatan atau sarana pendidikan meliputi peralatan, baik yang dimiliki oleh siswa secara perorangan, peralatan yang disediakan oleh sekolah, maupun yang disediakan dan digunakan dikelas dan dilaboratorium. Pada umumnya, guru menganggap bahwa siswa sudah melakukan praktikum dengan baik asal sudah menyerahkan laporan dengan lengkap. 5) Unsur hasil pembelajaran, yang ditinjau dari tiga ranah yang dijadikan titik tujuan yang harus dicapai siswa melalui pembelajaran, baik susunan maupun tingkat pencapaian. Oleh karena itu hasil belajar merupakan produk yang harius ditingkatkan yang berkaitan dengan tindakan unsurlain. 6) Unsur lingkungan, baik lingkungan siswa dikelas, sekolah, maupun dirumah. Informasi tentang lingkungan ini dikaji bukan untuk campur tangan melainkan digunakan sebagai pertimbangan dan bahan untuk pembahasan. 7) Unsur pengelolaan, merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan. Contoh, cara dan waktu pengelompokan siswa ketika guru memberikan tugas, pengaturan jadwal, pengaturan tempat duduk, penempatan papan tulis, penataan peralatan siswa, pengontrolan peralatan secara rutin dan sebagainya. Dalam referensi lain, dikemukakan bahwa Objek PTK harus merupakan sesuatu yang aktif, dapat dikenai aktivitas, bukan objek yang sedang diam dan tanpa gerak, antara lain : a. Metode Mengajar b. Strategi Mengajar c. Model Pembelajaran d. Prosedur Evaluasi e. Perubahan Sikap Dan Nilai f. Media Pembelajaran g. Lingkungan Belajar (Setting) h. Materi Pembelajaran i. Kurikulum. C. Contoh Judul Penelitian Tindakan Kelas 1. Peningkatan Prestasi Belajar Maharoh Qira’ah Melalui Metode Sam’iyah Bashoriyah Siswa Kelas IV MI Shirotol Mustaqim Bojonegoro. 2. Penggunaan Metode Phonetic dalam Pengajaran Kosakata Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara terhadap Siswa Kelas VIII Mts At-Tanwir Sumberrejo Bojonegoro. 3. Upaya Peningkatan Kemampuan Siswa Memahami Kaidah Nahwu Melalui tadribaat pada Siswa Kelas X MA Al-Falah Kanorrejo Tuban. 4. Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Kosakata Bahasa Arab Melalui Penggunaan Media Lagu (VCD) di Kelas III SD IT Uswatun Hasanah Lamongan. 5. Peningkatan Keterampilan Siswa dalam Mengarang Karangan Berbahasa Arab Melalui Metode Mind Mapping terhadap Siswa kelas II Mualimin/Aliyah di Pesantren Nurul huda gresik . BAB III PENUTUP A. Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA Al Barry, Dahlan. 1994. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola Budiono. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Agung Suwandi, Sarwiji. 2011. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) & Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: Yuma Pustaka www.artikata.com Read More..

KINAYAH DALAM BALAGHAH

(KINAYAH DALAM ILMU BALAGHAH) الكناية هي لَفْظُ الَّذِي أُرِيْدَ بِهِ لَازِمُ مَعْنَاهُ مَعَ جَوَازِ إِرَادَةِ المَعْنَى الأَصْلِي. • Kinayah menurut bahasa adalah perkataan yang tidak jelas (qiyas). • sedangkan menurut istilah adalah suatu kalimat yang disampaikan namun yang dikehendaki dari kalimat itu adalah makna lain, bukan makna yang sebenarnya. Contoh: زَيْدٌ طَوِيْلُ النَّجَادِ Artinya: zaid itu panjang sarung goloknya Maksudnya: Zaid itu tinggi. Lazimnya: tinggi bentuknya. Setiap orang yang tinggi, biasanya goloknyapun panjang, setiap golok panjang, sarungnyapun panjang pula. Meskipun demikian, dapat di artikan artinya.  Sedangkan datangnya kinayah untuk 1. Menetukan sifat untuk mausuf Contoh: الكَرَمُ بَيْنَ بَرْدَيْهِ Artinya: Kemuliaan antara dua baju dinginnya. Maksudnya: Menetukan orang tertentu dengan keagungan dan kemuliaan. 2. Menentukan dzat mausuf Contoh: جَاءَ المِضْيَافُ Artinya: Telah datang tukang menjamu. Maksudnya: Zaid yang sering menjamu, sehingga seolah-olah hanya zaidlah yang tukang menjamu tamu. 3. Menentukan zat sifat Contoh: كَثِيْرُ الرَّمَادِ Artinya: kinayah bagi tukang menjamu tamu Contoh: طَوِيْلُ النَّجَادِ Artinya: kinayah bagi orang yang tinggi.  Tujuan kinayah 1. Menjelaskan Contoh: طَوِيْلُ النَّجَادِ Artinya: Bagi orang yang tinggi. 2. Mempersingkat Contoh: فُلَانٌ مَهْزُوْلُ الفَصِيْلِ Artinya: si fulan kurus anak sapinya Maksudnya: kinayah dari seringnya menyembelih induk sapi untuk menjamu, sampai anak sapinya kurus, kurang menyusu. 3. Menutupi nama orang Contoh: أَهْلُ الدَّارِ Aryinya: penghuni rumah. Maksudnya: kinayah dari istrinya. 4. Memelihara kesopanan dari kata-kata buruk Contoh: اَوْلمَسْتُمُ النِّسَاءَ  Pembagian kinayah: A. Kinayah dari Aspek makna. • Kinayah Shifah adalah pengungkapan sifat tertentu tidak dengan jelas, melainkan dengan isyarah atau ungkapan yang dapat menunjukkan maknanya yang umum. • Menurut Ahmad al-Hasyimi mempunyai dua jenis, yaitu: a. Kinayah Qaribah Adalah apabila perjalanan makna dari lapal yang dikinayahkan (makny’anhu) kepada lapal kinayah tanpa melalui dia atau perantara. Contoh : رَفِيْعُ العِمَادِ طَوِيْلُ النَّجَادِ b. Kinayah Ba’idah Adalah perpindahan makna dari makna pada lapal-lapal yang dikinayahkan (makny’anhu) kepada makna pada lapal-lapal kinayah memerlukan lapal-lapal lain untuk menjelaskannya. Contoh: كَثِيْرُ الرِّمَادِ • Kinayah Mausuf Kinayah yang tidak menghendaki suatu sifat dan tidak menghendaki nisbat, namun yang dikinayahkan adalah mausuf, artinnya yang disifati. Seperti lafadz: أَبْنَاءُ النِّيْلُ yang bermakna bangsa mesir . • Kinayah Nisbah Apabila lapal yang menjadi kinayah bukan merupakan sifat dan bukan pula mausuf, akan tetapi merupakan hubungan sifat kepada mausuf. Contoh : المَجْدُ بَيْنَ ثَوْبَيْكَ # وَالكَرَمُ مِلْءُ بُرْدَيْكَ Artinya : keagungan berada dikedua pakaianmu, dan kemulyaan itu memenuhi kedua baju burdahmu. B. Kinayah dari aspek Wasaith (media) menjadi empat macam yaitu: 1. Ta’ridh Yaitu perkataan yang tidak terang maksudnya seperti ucapan kepada orang yang menyakitkan: المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ “Seorang muslim yang sebenarnya adalah yang tidak mengganggu muslim lainya dengan lisan dan tangannya.” Contoh tersebut mengisyaratkan tiadanya sifat islam dari orang yang menyakiti. 2. Talwih Yaitu berisi isyarat kepada orang lain dari jauh. Contoh: وَمَايَكُ فِيَّ مِنْ عَيْبٍ فَاءِنِّي# جَبَانُ الكَلْبِ مَهْزُوْلُ الفَصِيْلِ “Tiada cacat bagiku karena sesungguhnya aku, adalah pengecut anjingnya dan kurus anak sapinya.” 3. Ramz Yaitu berisi isyarat kepada orang lain yang berjarak dekat. Contoh: فُلَانُ عَرِيْضُ القَفَا وَعَرِيْضُ الوِسَادَةْ “Si fulan itu lebar tengkuknya, atau lebar bantalnya, Contoh diatas sebagai sandaran tentang kebodohannya. 4. Iima’ atau al-Isyaroh Seperti ucapan penyair: فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَى مَا أنفقَ فيهَا وهيَ خاويةٌ (الكهف : 43) “ Maka ia membolak-balikan kedua telapak tangannya terhadap apa yang ia infakkan, sedangkan telapak tangannya itu kosong “. DAFTAR PUSTAKA Akhdhori, Imam. 1985. Ilmu Balaghoh . Bandung: PT. Al-ma’arif. Al-Hakimi, Sayid Ahmad.1994. Mutiara Ilmu Balaghoh. Surabaya: Mutiara ilmu. Idris, Mardjoko. 2007. Ilmu Balaghah antara al-Bayan dan al-Badi’. Yogyakarta: Penerbit teras.
Read More..

About Me

Blog Archive

Category

Pengikut